Apakah Strategi Martingale Berbahaya? Simak Kelebihan dan Kekurangannya!

Dalam trading forex banyak sekali strategi yang dapat digunakan. Jika kamu memiliki modal yang cukup banyak, mungkin kamu dapat menggunakan strategi martingale. Namun, strategi ini banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan trader.

Sebenarnya apa itu strategi martingale? Mengapa strategi ini banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan trader? Nah, bagi kamu yang sedang mencari informasi mengenai strategi martingale, yuk simak pembahasan berikut ini!

Apa itu metode Martingale?

Martingale adalah metode sederhana untuk memastikan Anda untung. Prinsipnya jika kalah, lakukan double bet hingga menang.

Dari segi teori

Pencipta sistem taruhan Martingale adalah seorang ahli matematika Prancis – Paul Pierre Levy. Ia pernah menyatakan bahwa strategi Martingale adalah metode yang 100% menguntungkan.

Dengan modal yang cukup, trader tidak bisa kehilangan N kali berturut-turut. Oleh karena itu, setelah setiap kekalahan, taruhan berikutnya akan digandakan. Ketika Anda menang sekali, keuntungan yang diperoleh akan cukup bagi Anda untuk memulihkan modal Anda yang hilang.

Cara Kerja Strategi Martingale

Sebagai contoh, seorang trader memperkirakan harga suatu pair akan turun, lalu ia melakukan sell sebesar 1 lot. Namun, ternyata harga justru naik dan ia mengalami kerugian sebesar $10.

Untuk menutupi kerugiannya, ia melakukan sell lagi dengan menggandakan lot menjadi 2 lot dan ternyata harga kembali naik dan ia kembali mengalami kerugian sebesar $20.

Untuk menutupi kerugian sebelumnya, ia kembali melakukan sell dan melipatgandakan lot dari transaksi sebelumnya menjadi 4 lot dan ternyata harga mengalami pembalikan, sehingga ia mengalami keuntungan sebesar $40.

Jika dihitung, trader tersebut mengalami kerugian pada transaksi pertama sebesar $10 dan transaksi kedua sebesar $20. Jadi total kerugian yang ia dapatkan berjumlah $30.

Sedangkan, pada transaksi ketiga ia mengalami keuntungan sebesar $40. Jadi jika diakumulasikan, trader tersebut mengalami keuntungan sebesar $10.

Keuntungan Strategi Martingale

Meski strategi ini membutuhkan modal yang sangat besar, namun bagi mereka yang pro terhadap Martingale, merasa bahwa akan mendapatkan sejumlah keuntungan yang besar pula dan akhirnya dapat menutupi sejumlah kerugian beruntun hanya dalam sekali kemenangan.
Kerugian Strategi Martingale

Bagi trader yang kontra dengan teknik Martingale, berpendapat bahwa strategi ini sangatlah berbahaya karena memiliki risiko yang tinggi. Selain itu, strategi ini dianggap sama seperti bermain judi, karena mengharapkan kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dalam trading.

Sebagai catatan tambahan, bagi sebagian trader, strategi ini memang dianggap sebagai sesuatu yang menarik karena teknik ini hanya perlu menang sebanyak satu kali untuk menutupi sejumlah kerugian beruntun yang dialami sebelumnya.

Tetapi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa teknik ini menggunakan angka modal yang besar. Artinya, jika Anda ingin menggunakan teknik Martingale tersebut, Anda harus benar-benar menghitung ketahanan modal yang Anda miliki.

Pro dan Kontra Strategi Martingale

Strategi martingale memiliki pro dan kontra di kalangan trader. Bagi sebagian trader yang pro terhadap strategi ini umumnya memiliki modal yang sangat besar. Mereka meyakini strategi ini pasti mendapatkan keuntungan dan dapat menutupi kerugian beruntun hanya dengan sekali kemenangan.

Selain itu, trader yang pro juga memiliki pandangan bahwa strategi ini sangat cocok digunakan pada pasar yang sideway. Sehingga, kemungkinan keuntungan lebih besar.

Trader yang kontra terhadap strategi ini berpendapat bahwa strategi ini sangat berbahaya dan memiliki risiko yang tinggi. Selain itu, trader kontra juga berpendapat bahwa strategi ini sama saja dengan judi karena mengharapkan kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dalam trading.

Namun, trader pro juga mengatakan bahwa risiko kerugian bisa diminimalisir dengan menggunakan lot yang lebih kecil. Sebagai contoh, trader dapat menggunakan lot kecil seperti 0.1.

Jadi ketika mengalami kerugian di transaksi pertama, maka trader tersebut menaikkannya menjadi 0.2. jika mengalami kerugian lagi, bisa dinaikkan lagi menjadi 0.4, dan seterusnya.