Melek” Finansial Literacy Agar Bijak Dalam Kelola Keuangan

Pernahkah kamu mendengar istilah investasi bodong? Atau justru ada teman atau kerabatmu yang pernah terjerat rayuan jenis investasi ini? Investasi bodong biasanya merupakan jenis investasi yang menjanjikan keuntungan besar namun mengarah ke penipuan. Bentuk investasinya cukup beragam, mulai dari penawaran simpanan di koperasi, multi-level-marketing (MLM) hingga penawaran simpanan dalam bentuk digital.

Nah, kamu juga sebaiknya berhati-hati dengan penawaran semacam itu! Sebab, di Indonesia masih marak penawaran investasi semacam ini. Menariknya, yang menjadi korban ternyata bukan hanya berasal dari kalangan masyarakat yang berpendidikan rendah saja, lho. Masyarakat yang berpendidikan tinggi juga banyak yang masih tertipu dengan jenis investasi ini. Ternyata, salah satu penyebabnya adalah literasi keuangan (financial literacy) masyarakat yang masih rendah.

Apa itu financial literacy?

Financial Literacy adalah pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai lembaga keuangan formal, produk, dan jasa keuangan. Termasuk di dalamnya adalah manfaat, fitur, risiko biaya, kewajiban, dan hak dari suatu produk dan jasa keuangan. Dengan memahami financial literacy, seseorang dapat mengambil keputusan yang berkaitan dengan bisnis dan keuangan secara cerdas dan tepat. Misalnya, berkaitan dengan hal peningkatan aset, perencanaan pensiun, peminjaman, tabungan masa depan, dan lain-lain.

Mengapa financial literacy itu penting?

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013, literasi keuangan penduduk Indonesia terbagi ke dalam empat bagian. Pertama, well literate (21,84 %), yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Kedua, sufficient literate (75,69 %), memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan. Ketiga, less literate (2,06 %), hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan. Terakhir, not literate (0,41%), tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Yup, angka financial literacy di Indonesia masih sangat rendah. Hanya sekitar 21, 84 % yang tahu dan paham mengenai literasi keuangan dari total keseluruhan masyarakat Indonesia. Padahal, literasi keuangan dapat memberikan beberapa keuntungan, diantaranya adalah sebagai berikut.
Perencanaan keuangan yang bai

Jika seseorang memiliki literasi keuangan yang baik, tentu akan berbanding lurus dengan perencanaan keuangannya. Mengapa? Sebab, jika kamu sudah paham mengenai literasi keuangan, kamu sudah tahu berbagai risiko, potensi dan pertimbangan-pertimbangan apa yang harus diikutsertakan dalam membuat sebuah perencanaan keuangan. Oleh karena itu, jangan heran jika orang yang paham mengenai literasi keuangan cenderung terperinci dan detail dalam setiap rencana keuangan agar sesuai dengan porsi keuangan yang dimilikinya.
Tujuan keuangan yang jelas

Tujuan keuangan perlu dipikirkan matang-matang, agar hasil kerja keras kamu selama ini dapat berbuah manis. Oleh karena itu, menentukan tujuan keuangan merupakan strategi jangka Panjang agar keuangan yang kamu punya bisa berguna untuk masa depan.

Bayangkan saja, dengan tingkat literasi yang rendah, seseorang pasti tidak tahu apa yang akan dilakukan terhadap uang yang dimilikinya. Dia akan bingung memilih menggunakan uangnya untuk apa dan bagaimana kondisi keuangannya di hari tua. Oleh karena itu, literasi keuangan dibutuhkan untuk membantu kamu memetakan tujuan keuangan agar lebih jelas, ya!
Menentukan instrument investasi yang tepat

Menanam investasi merupakan impian setiap orang. Namun, salah satu kendala yang biasanya dihadapi oleh tiap orang adalah bingung menentukan instrument investasi yang tepat. Memang, penempatan investasi tidak bisa asal pilih, jangan sampai instrument yang dipilih hanya merugikan diri sendiri.

Nah, dengan memahami literasi keuangan, inilah salah satu manfaat yang bisa didapat adalah dapat menentukan instrument investasi yang tepat. Sebab, calon investor bisa mengkalkulasi untung ruginya sebelum hendak menempatkan investasinya. Kamu bisa pilih ragam investasi seperti reksadana, saham, cryptocurrency, obligasi, atau deposito. Usahakan sesuai dengan karakter dan perencanaan keuangan kamu, ya!
Tidak mudah terjebak praktik investasi ‘bodong’

Seperti yang sudah Bob sebutkan sebelumnya, penawaran investasi ‘bodong’ masih banyak terjadi di Indonesia. Korbannya ternyata tidak pandang bulu, buktinya banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi terjebak praktik investasi ini. ternyata, penyebabnya adalah tingkat literasi keuang