Tips Dan Teknik Trading Forex Yang Simple Bagi Pemula

Mempelajari cara trading forex untuk pemula adalah tujuan saya menulis artikel ini karena banyak orang yang salah memahami instrumen ini. Salah kaprah, kesalahpahaman inilah yang membuat banyak orang tertipu dan rugi besar dalam forex, padahal sebenarnya trading forex bisa mendatangkan keuntungan besar asalkan anda paham cara bermainnya.

Apa transaksi keuangan terbesar di dunia?

Mungkin Anda akan mengatakan perdagangan saham karena setiap hari kita membaca di koran dan melihat di TV tentang kemeriahan bursa saham di berbagai belahan dunia. Saya juga memiliki pemahaman yang sama.

Tiga bursa terbesar di dunia – NYSE, London, Tokyo – menggabungkan total volume perdagangan saham mereka adalah USD 300 Miliar per hari.

Besar, kan?

Perdagangan valas mencatat nilai transaksi USD 6,6 Triliun per hari, menurut Penyelesaian Internasional Bank. Lipat gandakan nilai transaksi saham di seluruh dunia.

Berikut ini adalah Cara Belajar Trading Forex di Indonesia Untuk Pemula, dimulai dari apa itu Forex, sebagai berikut:

Ada tiga teknik dasar trading forex yang hampir selalu konstan. Ketiga teknik dasar trading forex ini perlu diingat dan harus dikuasai oleh setiap trader.

Trading dengan Tren


Bagi trader forex, trend adalah sahabat terdekat yang jika kita coba melawannya bisa berbahaya. Memang ada teknik trading forex yang “melawan tren”, namun secara umum dalam trading akan lebih mudah memanen keuntungan jika “bertrading dengan tren”.

Secara kasar, ini berarti, jika ada tren naik (uptrend), maka trader hanya boleh membuka posisi “beli”. Di sisi lain, selama tren turun, Anda hanya boleh membuka posisi short.
Namun, jika Anda lebih berhati-hati, Anda juga perlu mengetahui cara trading di tengah tiga tren forex: bullish (saat harga pasangan naik), bearish (saat harga pasangan turun), dan sideways/ranging (ketika harga bergerak naik turun dalam kisaran). sempit). Setiap trader perlu mengetahui apa itu “tren” dan bagaimana mendeteksi awal dan akhir sebuah tren. Pemahaman ini sangat penting karena berkaitan dengan bagaimana kita akan melakukan trading pair nantinya.

Buy at Support


Secara harfiah, ini berarti seorang trader disarankan untuk membuka posisi “beli” pada pasangan saat harga berada di level terendah (level support). Dengan harapan setelah mencapai level terendah maka harga akan berbalik naik, maka disini trader harus mempelajari teori support-resistance dengan baik.

Salah satu teknik trading forex yang paling direkomendasikan adalah membeli saat harga bullish sedang mengoreksi. Bagaimana cara mengetahui apakah harga akan naik lagi atau terus berbalik turun? Untuk itu, perlu mempelajari dan mempraktekkan berbagai teknik untuk mengidentifikasi support-resistance.

Sell at Resistance

Berlawanan dengan poin nomor dua, posisi “sell” harus dibuka saat harga berada pada puncaknya (level resistance), di mana harga akan berbalik arah dari naik menjadi turun. Di sini juga, ini adalah langkah yang baik untuk “menjual” ketika tren bearish terkoreksi.

Misalnya, pasangan valas GBP/USD jatuh. Untuk sementara, harga akan terus turun, namun nanti akan ada momen di mana harga sepertinya akan naik. “Koreksi” semacam ini banyak dicari oleh para trader, karena jika situasinya tepat, harga tidak akan terus naik, tetapi akan melanjutkan tren awalnya, yaitu bearish.

Anda bisa melihat bahwa kemungkinan untung di forex sangat besar.

Anda mulai berdagang dengan modal $1.000.

Tanpa Leverage, pergerakan harga 1% menghasilkan keuntungan (kerugian) $10 (1*1.000).

Sekarang dengan leverage, misalnya 1:100, daya beli Anda menjadi $100.000 (100 x 1.000 modal) maka perubahan 1% dapat menghasilkan keuntungan $1.000 (1% dari 100.000).

Keuntungan Anda adalah 100% dengan hanya 1% perubahan di pasar.

Hebat, bukan!

Namun, untuk memulai trading, kita harus memahami bahwa ada pengembalian sehingga ada risiko. Itulah hukumnya.

Perubahan 1% yang sama ke arah yang berbeda, dapat mengakibatkan kerugian sebesar $1.000 (1% dari 100.000) atau sama dengan jumlah modal Anda.

Jadi, hanya dengan 1% perubahan di pasar forex, modal Anda bisa habis, habis, dalam waktu singkat.

Perdagangan valas menawarkan pengembalian risiko yang sangat dinamis.